Anda sedang pusing dengan beban utang yang menumpuk? Tenang, coba jalankan cara melunasi utang dengan tahapan yang benar agar masalah utang piutang lekas selesai.



Zaman sekarang sulit menemukan orang yang tidak memiliki utang. Utang menjadi sebuah kelaziman lebih-lebih di tengah pertumbuhan pendapatan yang semakin tak mampu mengejar peningkatan biaya. Inflasi lebih kencang berlari ketimbang kenaikan penghasilan.

Ambil contoh untuk kebutuhan papan atau perumahan. Harga rumah sudah berkisar ratusan juta rupiah. Mengumpulkan dana pembelian rumah dengan cara menabung agar bisa membeli rumah secara tunai, acapkali tidak mampu mengejar laju harga rumah. Ini akibat tingkat kenaikan harga rumah umumnya lebih tinggi dibandingkan imbal hasil produk tabungan.

Alhasil, membeli rumah dengan memanfaatkan kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi langkah strategis agar kebutuhan pendanaan terpenuhi untuk membeli rumah lebih cepat. Selain KPR, utang yang umum dimiliki orang antara lain utang untuk pinjaman modal usaha, utang kredit tanpa agunan, utang kartu kredit, utang pemilikan kendaraan bermotor.

Memiliki utang bukanlah persoalan selama manajemennya baik. Dalam prinsip keuangan yang sehat, beban cicilan utang setiap orang maksimal adalah 35% dari pendapatan rutin dia. Bila melampaui angka itu, kondisi keuangan bisa terancam hanya karena manajemen utang yang kurang baik.

Tidak sedikit orang yang terjerat masalah utang sampai bunuh diri. Utang memang bisa jadi sumber masalah yang pelik bila kita tidak bijak dalam mengelolanya, terutama utang konsumtif.

Nah, bila saat ini kamu terlanjur terjerat masalah utang, jangan terburu panik. Masih ada banyak jalan keluar yang bisa kamu coba untuk melunasi beban utang. Ada kalanya cara melunasi utang tidak cukup hanya dengan membayarnya saja. Bila beban utang terlalu banyak, cara melunasi utang membutuhkan strategi yang lebih kompleks.

Berikut jurus jitu terlepas dari jeratan utang

1. Maksimalkan aset untuk lunasi utang

Cara melunasi utang yang pertama kali perlu kamu timbang adalah mengecek kepemilikan aset tersisa yang bisa kamu manfaatkan untuk membayar utang. Apakah kamu masih memiliki aset berupa tabungan, deposito, emas, tanah, perhiasan, atau aset lain yang berharga dan bisa kamu jual untuk melunasi utang? Agar kutukan utang tidak terus berlanjut, manfaatkan aset-aset tersebut untuk melunasi utang.

Anggaplah saat ini kamu menanggung utang dengan bunga hingga 15 persen per tahun. Sedangkan tabungan kamu hanya memiliki imbal hasil 2 persen per tahun. Menjadi kontraproduktif bila kamu tetap mempertahankan tabungan berimbal hasil murah dibandingkan utang berbunga mahal. Akan lebih tepat bila kamu memakai tabungan tersebut untuk membayar atau melunasi utang berbunga mahal. Setelah utang tersebut lunas, kamu bisa memulai lagi menabung dan membangun aset.

2. Susun daftar prioritas pembayaran

Kamu kini menanggung utang beberapa jenis. Anggaplah, ada utang modal usaha, utang kartu kredit, utang KPR, utang KTA. Ketika hendak membebaskan diri dari utang, mungkin tabungan atau aset yang kamu miliki saat ini tidak cukup bila digunakan untuk menutup semua beban utang tersebut. Jangan putus asa, tetaplah fokus pada upaya pelunasan dengan membuat skala prioritas.

Urutkan utang-utang yang kamu miliki, mulailah dari utang yang memiliki biaya atau bunga paling mahal. Untuk sementara, prioritaskan untuk menyelesaikan utang dengan bunga termahal lebih dulu.

3. Negosiasi dengan pemberi utang

Kamu sudah kepalang basah terjebak utang. Jangan lari dan memutuskan untuk ngemplang. Temui pemberi utang, apakah bank atau lembaga lain, dan nyatakan kondisi keuangan yang tengah kamu hadapi dengan jujur.

Tunjukkan bahwa kamu masih beritikad membayar utang. Mintalah solusi dari pemberi utang dengan membuka ruang negosiasi. Misalnya, cobalah mengajukan permintaan untuk penurunan beban bunga, penjadwalan ulang pembayaran pokok utang atau bunga, perpanjangan tenor cicilan, dan lain sebagainya.

4. Cari tambahan pendapatan

Bila tidak bisa mengurangi beban utang langsung sekaligus, salah satu jalan keluar yang tepat adalah menambah kemampuan pembayaran melalui menambah besar penghasilan.

Carilah pekerjaan sampingan atau penghasilan tambahan dan gunakan untuk menutup utang. Jadi, mau tidak mau, kamu harus bekerja lebih keras dan lebih cerdas.

5. Setop cari utang baru

Ada banyak orang yang gelap mata ketika menyelesaikan utang. Mereka malah mencari utang baru untuk menutup utang lama. Istilahnya, gali lubang tutup lubang. Bila kamu membayar utang lama dengan utang baru yang biayanya lebih murah, mungkin langkah itu masuk akal. Dalam dunia keuangan, langkah itu bisa masuk strategi refinancing.

Namun, bila yang terjadi sebaliknya, yaitu memakai utang baru dengan biaya sama mahal atau lebih mahal dari utang lama untuk menutup utang yang ada sekarang, maka itu adalah langkah bunuh diri.
 
Close Klik 2x
Selamat Datang