India dan Thailand kerap menjadi destinasi wisata yang menarik bagi sebagian besar pelancong. Tetapi sedikit yang diketahui, bahwa di lepas pantai kedua negara itu ada pulau terlarang yang tidak dapat dijelajahi oleh siapa pun.



Mereka memang memiliki pulau yang tenang dan indah. Hanya saja jika kalian mencoba untuk menjejakkan kaki di North Sentinel Island atau Pulau Sentinel Utara, hal berbahaya bisa terjadi dan mengancam nyawa, atau setidaknya membuat kalian terluka parah.

Sentinel Utara terletak tepat di tengah Samudra Hindia. Pulau ini memberikan pemandangan yang indah, tetapi tidak ada satupun turis yang akan dapat melihat keindahannya karena penduduk lokalnya berbahaya.

Suku Sentinelese telah menganggap pulau itu sebagai rumah selama lebih dari 60.000 tahun.

Melansir Unilad, mereka menggunakan pulau itu untuk melihat matahari, pasir, dan buah eksotis yang lezat.

Setiap kali ada turis yang mencoba pergi ke pulau itu, mereka dikejar oleh orang-orang yang memegang tombak. Para turis yang berhasil melarikan diri adalah orang-orang yang beruntung.

Kembali pada tahun 2006 sepasang nelayan yang memberanikan diri terlalu dekat ke pulau itu. Mereka pun dilaporkan ditangkap oleh suku tersebut dan dib4ntai.

Rupanya, pasangan itu secara ilegal memancing kepiting lumpur di perairan Sentinelese.

Lalu ketika mereka tidur di kapal mereka dalam semalam, jangkar mereka gagal dan mereka disapu ke perairan dangkal di pulau itu sendiri di mana mereka dengan cepat terbunuh.

Upaya untuk membawa pulang tubuh nelayan itu digagalkan setelah 'prajurit' dengan busur menembakkan anak panah ke sebuah helikopter Penjaga Pantai India yang merupakan bagian dari misi.

Bahkan upaya-upaya kemanusiaan untuk membantu penduduk asli setelah tsunami 2004 di dekatnya dipenuhi dengan konflik.

Apalagi anggota sukunya malah menembaki anak panah di helikopter yang berusaha menjatuhkan makanan dan paket bantuan ke pulau itu.

Hebatnya, sebagian besar suku berhasil selamat dari tsunami.

Suku, yang dilaporkan belum menemukan api atau tidak mengembangkan praktik pertanian itu, akan membunuh siapa saja yang datang bahkan dekat dengan pantai mereka menggunakan senjata yang terbuat dari logam yang dilemparkan dari bangkai kapal di dekatnya.

Suku Sentinelese adalah salah satu suku batu zaman terakhir yang tersisa di planet ini.

Kondisi ini membuat mereka tetap tak tersentuh oleh peradaban modern. Sangat sedikit yang bisa diketahui tentang orang-orang Sentinelese.

Suku itu masih menjadi masyarakat yang hidup dengan berburu. Mereka memburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan tanaman liar yang membuat mereka bertahan hidup.

Bahkan bahasa Sentinel benar-benar tidak dikenal.



Tetangga mereka, yang berbicara bahasa Jarawa, hanya dapat berinteraksi dengan mereka pada level verbal.

Sensus tahun 2001 yang dilakukan oleh India mampu mencatat populasi sebanyak 39 orang (21 laki-laki dan 18 perempuan) di Pulau Sentinel Utara.

Sebuah sensus kemudian menemukan bahwa hanya ada 15 di pulau itu tetapi karena penelitian ini dilakukan dengan jarak yang aman dari pulau itu, hasilnya dianggap tidak akurat.

Beberapa sumber mengatakan ada 500 orang yang tinggal di pulau itu, sementara yang lain mengklaim hanya ada 40 orang.

Pemerintah India menyarankan semua untuk menghindari Pulau Sentinel Utara karena alasan yang mungkin sudah kalian bayangkan.
 
Close Klik 2x
Selamat Datang